Live is never flat, so don't give up with a problem

 

Disusun untuk memenuhi tugas Pendidikan Agama Islam (PAI)

Oleh    :

Farizal Ainur Akbar               1201412047

Tahukah anda banyak tradisi dari Agama Hindu yang masih di lakukan oleh para masyarakat Agama Islam di sekitar kita ini? Padahal ajaran dari Agama Islam sangatlah berbeda dengan ajaran dari Agma Hindu. Dan apakah kita masih pantas melaksanakan ajaran dari Agama Hindu di agama Islam? tentu saja tidak. Jika kita mengaku akan Agama Islam tentu saja kita haruslah melaksanakan dari syariat dari Agama Islam sesungguhnya.

Surat Al Baqarah ayat 42 yang artinya

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dan dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahuinya.

Surat Al Baqarah ayat 82 yang artinya

dan orang – orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga : mereka kekal di dalamnya.

Surat Al An’am ayat 82 yang artinya

Orang – orang yang beriman dan tidak mencampur adukan iman mereka dengan kelaliman (syirik), mereka itulah orang – orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang – orang yang mendapat petunjuk.

Surat Maa-idah ayat 3 yang artinya

Pada hari ini Telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi Agama bagimu.

H.R Muslim, kitab Al- Aqdhiyah

Dan Aisyah RA sesungguhnya Rasululah SAW bersabda, “Barang siapa melakukan suatu amalan, dan tidak didasarkan amalan itu dengan perintah kami maka amalan itu menjadi tertolak.”

Berikut ini saya akan membahas beberapa tradisi Agma Hindu yang masih di laksanakan oleh masyarakat Agama Islam di sekitar kita ini.

1. Tradisi Kelahiran Dalam Agama Hindu

Dalam Agama Hindu adanya ajaran dalam tradisi “GARBA WEDANA” yakni Tradisi orang hindu di saat orang hindu mengandung, yang terdiri dari

  • Sepasaran
  • Telonan
  • Tingkepan (orang usia hamil 7 bulan)

Pada acara Tingkepan merupakan acara yang paling di sakralkan dari “GARBA WEDANA” dalam acara ini di sediakan tumpeng berikut makanan makanan dan dibacakan surat-surat dari kitab suci SRUTI VEDA, SMRTI VEDA tujuannya di bacakan surat tersebut agar anak di dalam kandungan di berikan keselamatan, dan ketika lahir agar tampan seperti dewa Brahmana dan kalau perempuan agar cantik seperti Ibu Saraswati.

Sedang dikalangan muslim di sekitar kita acara tingkepan juga di bacakan doa – doa dan ayat ayat dari Alquran. Seperti di bacakan surat Yusuf agar kelak kalu lahir tampan seperti Nabi Yusuf AS dan di bacakan surat Maryam agar kelak cantik seperti Maryam.

  • Piton-piton
  • Nanam Ari-ari

Setelah ari ari terlepas dari si Bayi di bersihkan dan di masukkan dalam tempurung kelapa dengan di beri wangi- wangian dan ditutup dengan kain putih kemudian di tanam, bila bayi lahir laki – laki maka di tanam kanan pintu dan kalau bayi itu lahir perempuan di tanam sebelah kiri pintu depan rumah. Dan ditutup pada  malam hari diterangi dengan diberi lampu. Semua itu di maksudkan ketika Para Dewa Turun dari Nirwana Menuju Dunia tidak langsung menuju si bayi tetapi langsung menuju ari – ari di karenakan ari – ari memiliki hubungan darah dengan si bayi tersebut.

Terlebih lagi umat islam di sekitar kita melakukannya tanpa tahu maksud tersebut dan tanpa mengetahui dalil dari mana mereka melakukannya, mereka hanya mengikuti leluhurnya.

Dasar dan dalil dari “GARBA WEDANA”

Kitab SAMA WEDA  sloka 7 ayat 85

“Diantara dua tempat nyala terdapat jata weda laksana benih suci terpelihara dengan baik pada wanita mengandung. Agni di hari ke hari harus dipelihara manusia yang memelihara dengan membuat persembahan (telonan, sepasaran, tingkepan, piton –piton dan nanam ari-ari) kepada Tuhan.

Tradisi tradisi tersebut adalah ajaran tradisi Agama Hindu yang terdapat di dalam kitab agama Hindu. Dan kebanyakan dari masyarakat Islam di sekitar kita mejalankannya, padahal di kitab Al-Quran dan As sunah tidak terdapat ajaran tersebut.

Al – Baqarah ayat 170 yang artinya

Dan apabila dikatakan kepada mereka; Ikutilah apa yang telah di turunkan Allah, mereka menjawab (tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.(apaka mereka akan  mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui sesuatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?

Islam adalah Diinul Kholis, yaitu agama yang murni, yang agama tidak tercampuri oleh segala macam kesyirikan dan praktek –praktek lainnya yang dapat merusak kemurnian agama. Karena itu Islam harus di jauhkan dari segala unsure kesyirikan dan yang lainnya yang dapt mengotori kemurnian Islam.

Dan sedangkan dalam Islam ketika anak lahir itu harusnya dilaksanakan Aqiqah. Dan yang dianjurkan oleh agama Islam Aqiqah dilakukan setelah anak berumur 7 hari. Untuk anak laki laki dengan menyembelih 2 kambing, sedang untuk perempuan menyembelih 1 kambing.

2. Tradisi Hindu.

A.Tradisi Larung Sesaji

Di dalam Agama Hindu Larung saji bertujuan untuk memeberi sesembahan kepada para Dewa agar di berikan berkah dari para dewa. Ironisnya umat Islam di sekitar kita pun melakukannya. Sebagai contoh pada satu muharam di pantai selatan sering dilaksanakan ritual dari larung sesaji untuk di berikan kepada Nyai Roro Kidul bertujuan agar Nyai Roro Kidul memberikan berkah kepada penduduk di sekitar pantai selatan.

Dan Allah telah berfirman dalam Surat Adz Dzariyaat ayat 57 “ Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak mengehendaki supaya mereka member Aku makan.”

Pada hal kalau di kembalikan pada surat Al-Araf ayat 96 yang artinya “ jikalau sekiranya penduduk negeri – negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan  kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka Kami siksa mereka di sebabkan perbuatannya.

B. Acara Slametan

Acara ini dalam agama Hindhu bertujuan untuk meminta keselamatan dari dewa dewanya.  Tidak jauh beda dengan tradisi acara larung saji di agama hindu.

Sedang yang diajarkan oleh Agama Islam adalah akan perilaku bersedekah kepada sesame.

C. Brobosan Mayit

Brobosan mayit di laksanakan maksudnya mereka harus lewat di bawah jenasah yang sedang di tandu mau di berangkatkan kemakam dengan urutan brobosan anak yang lebih tua terlebih dalu dengan maksud supaya yang mati ingat yang masih hidup dan sebagai wujud bakti kepada orang tua dan salam dewa yang ada di nirwana.

Dan dalam agama Islam tidak dikenal adanya brobosan mayit namun sebagian diantara kita yang berumat islam masih di jumpai tradisi melakukan brobosan mayit dalam acara penguburan mayit.

D. Kijing Makam

Orang Hindu yang tidak mampu langsung mengadakan acara ngaben, biasanya sebelum di kremasi atau di ngaben di tempatkan dalam kuburan dan makamnya diatasnya di berikan kijing terlebih dahulu menunggu adanya pembakaran ngaben massal. Dengan maksud supaya mayatnya tertetutup sebelum di ngaben

Dan dalam Agama Islam kuburan di beri kijing itu tidak ada, di Islam hanya menguburkan mayat tanpa adanya kijingan. Rosulullah SAW pernah bersabda “kalau umat Islam ini mati diatasnya di berikan kijingan kelak kalau Allah SAW sudah membangkitkan dari alam kubur maka dia akan kesulitan bangkit dari alam kubur”.

E. Tebar Bunga

Orang Hindu ketika mati diatas keranda dan makamnya di berikan bunga – bunga berwarna putih, merah dan kuning dikarenakan Bunga Putih menandakan dewa Brahmana, Bunga  merah menandakan dewa Wisnu  dan Bunga kuning menandakan dewa Sywa.

Sedang di Islam tidak mengenal akan adanya tebar bunga, namun masih sering di temukan tradisi tebar bunga di masyarakat islam di sekitar kita, terlebih saat pemakaman dan ziarah kubur.

F. Ritual setelah penguburan

Dalam agama Hindu setelah acara penguburan anggota keluarga mengadakan slametan 7 hari, 40 hari, 1 tahun , 2 tahun dan 1000 hari. Dasarnya di tulis dalam kitab suci agama Hindu  Antarkanlah persembahanmu, dan doa itu kepada roh leluhurmu sang hyang widhi, karmapala, dan Moksa selama 7 hari,  40 hari, mendak pisan mendak pindo, nyewu”

Sedangkan di Islam tidak ada ayat dari Al-Quran dan hadist yang menyebutkan tentang tradisi untuk melaksanakan 7 hari, 40 hari, 1 tahun, 2 tahun, dan 1000 hari di ajaran Agama Islam, namun di masyarakat umat Islam kita masih melakukan hal tersebut.

G. TUMPENG

Tahukah anda bila tumpeng berasal dari tradisi Agama Hindu? Tumpeng berasal dari Agama Hindu yang menggambarkan tentang Trimurti (tiga dewa dalam agama Hindu). Bentuknya yang berbentuk segitiga mengkerucut menggambarkan akan Tiga Dewa dalam Agama Hindu yakni dewa Shiwa, Dewa Wisnu dan Dewa Brahma.

Sedangkan masyarakat Islam di sekitar kita masih mengadakan syukuran memakai tumpeng sebagai makanan utama dalam pelaksanaannya.

Kesimpulan :

Sebagai orang Islam kita haruslah mencerminkan sikap muslim. Yang artinya sebagai seseorang yang muslim kita berprilaku yang murni ada di ajaran Agama Islam, jangan di sangkut pautkan dengan ajaran dari agama lain.

Dan maka kita sebagai umat Islam haruslah mengamalkan hal – hal yang telah di perintahkan Allah SWT dan yang telah di ajarkan oleh nabi Muhammad SAW. Bukannya melakukan hal hal yang telah diajarkan oleh nenenk moyang kita yang tak tahu akan darimana tradisi itu berasal.

Comments on: "ISLAM MELESTARIKAN TRADISI HINDU" (2)

  1. Tolong beri bukti dari Al Qurannya dong pada setiap poin penjelasanmu. Agar kami sebagai pembaca benar-benar yakin atas artikel yang kamu buat. Terima kasih.

  2. boleh saya copas, untuk referensi….terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: