Live is never flat, so don't give up with a problem

Pendidikan Seumur Hidup

Pendidikan adalah bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang sedang tumbuh untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya. Pendidikan atau mendidik adalah suatu upaya orang dewasa yang dilakukan secara sengaja untuk membantu anak atau orang yang belum dewasa agar mencapai kedewasaan.  Pendidikan berlangsung dalam pergaulan antara orang dewasa dengan anak atau orang yang belum dewasa dalam suatu lingkungan. Karena pendidikan itu diupayakan secara sengaja, maka dalam hal ini pendidik tentunya telah memiliki tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan adalah salah satu unsur pendidikan berupa rumusan tentang apa yang harus dicapai oleh anak didik. Tujuan tersebut seperti:

  1. Membangun kampus yang layak untuk belajar siswa
  2. Meningkatkan kesejahteraan guru, karyawan dan siswa
  3. Meningkatkan hubungan yang harmonis antar institusi dengan masyarakat atau dengan instansi lain yang tidak mengikat
  4. Menggali dan membangun minat belajar siswa
  5. Meningkatkan kemampuan professional guru

Isi pendidikan harus ditetapkan dengan mempertimbangkan tujuan pendidikan, sebab isi pendidikan harus dipilih untuk mencapai tujuan pendidikan yang hendak dicapai. Karena tujuan pendidikan berisi tentang gambaran manusia ideal yang harus dicapai anak didik, baik berkenaan dengan kesehatannya, potensi-potensinya, sosialitas, dan lain-lain.Pendidikan erat sekali hubunganya dengan belajar karena belajar adalah suatu proses dimana pribadi seseorang bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Begitu pula dengan  persekolahan dan belajar,  juga mempunyai kaitan yang erat. Namun persekolahan dan belajar bukan suatu hal yang sama.

Belajar tidak harus secara khusus menyadari bahwa mereka sedang belajar  karena apa yang dipelajari  bisa diperoleh tanpa kesadaran pada diri pelajar.  Sedangkan persekolahan merupakan usaha sengaja dan sistematik yang dibuat untuk mengubah tingkah laku melalui belajar. Maka dari itu persekolahan dengan belajar mempunyai hubungan yang berpusat pada fakta.

Pendidikan dan persekolahan juga mempunyai arti yang berbeda, pendidikan bersifat umum dan tidak melulu dari hasil kontak dengan sekolah. Sedangkan persekolahan adalah salah satu instansi pendidikan. Karena itu, belajar memerlukan suatu konsep yang berupa ketrampilan sosial baru, perkembangan perubahan sikap kearah sendiri dan orang lain dan juga pengembangan tujuan dan aspirasi.

Perbedaan antara pendidikan dengan belajar tentu berguna untuk membedakan antara pendidikan seumur hidup dengan belajar seumur hidup. Belajar seumur hidup adalah proses belajar seumur hidup yang berlangsung dengan atau tanpa instansi pendidikan. Sedangkan pendidikan seumur hidup adalah suatu tujuan yang memuat prinsip mengorganisir persekolahan. Tujuanya adalah memodifikasi persekolahan untuk membentuk dan mempengaruhi jenis belajar yang terjadi seumur  hidup.  Pendidikan seumur hidup mempunyai empat konsep kunci yaitu:

 1)   Konsep pendidikan seumur hidup itu sendiri

Sebagai suatu konsep maka pendidikan seumur hidup diartikan sebagai tujuan atau ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman-pengalaman pendidikan. Hal ini berarti pendidikan akan meliputi seluruh rentangan usia dan usia yang paling muda sampai paling tua, dengan basis yang mendasari persekolahan konsensional.

2)      Konsep belajar seumur hidup

Dalam konsep pendidikan seumur hidup berarti pelajar belajar karena respons terhadap keinginan yang mendasari untuk belajar dan angan-angan  pendidikan menyediakan kondisi yang membantu untuk belajar.

Jadi istilah belajar ini merupakan kegiatan yang dikelola walaupun tanpa organisasi sekolah dan kegiatan ini justru mengarah pada penyelenggaraan pendidikan seumur hidup.

3)      Konsep pelajar seumur hidup

Pelajar seumur hidup dimaksudkan adalah orang-orang yang sadar tentang diri mereka sebagai pelajar seumur hidup melihat belajar baru sebagai cara yang logis untuk mengatasi problema dan terdorong tinggi sekali untuk belajar di seluruh tingkat usia dan menerima tantangan dan perubahan seumur hidup sebagai pemberi kesempatan untuk belajarbaru.

Dalam keaadan demikian perlu adanya system pendidikan yang bertujuan membantu perkembangan orang-orang secara sadar dan merespons untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka seumur hidup.

4)      Kurikulum yang menbantu pendidikan seumur hidup

Kurikulum, dalam hubungan ini, didesain atas dasar prinsip pendidikan seumur hidup betul-betul telah menghasilkan pelajar seumur hidupyang secara berurutan melaksanakan belajar seumur hidup.
From : Dr. K.Nurhalim M.Pd Doesen Pengampu Mata Kuliah PSH Univ. Negeri Semarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: